Indonesia Investigasi
SEMARANG – Pengajian umum dalam rangka Haul Umum XXXI Sesepuh Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, berlangsung dengan tertib, aman, dan dipadati jamaah pada Minggu (Ahad Pon), 5 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama untuk mengenang jasa serta perjuangan para sesepuh Rowosari, yakni Mbah Muhlisin, Mbah Citro, dan Mbah Tego.
Acara haul tersebut dihadiri oleh para kiai, pengurus Fatayat NU Kota Semarang, Wakapolsek Tembalang, Kasi Trantib Kecamatan Tembalang, anggota Linmas, Pokdar Kamtibmas Sektor Tembalang, serta masyarakat umum dari berbagai wilayah. Kehadiran ribuan jamaah membuat suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh antusiasme.
Tausiah pengajian disampaikan oleh KH Fahrudin Mujib atau yang akrab disapa Gus Rudi dari Girikusumo, Mranggen, Kabupaten Demak. Dalam ceramahnya, Gus Rudi menekankan pentingnya merawat tradisi haul sebagai sarana mengenang perjuangan dan sumbangsih para sesepuh terdahulu dalam membangun kehidupan masyarakat Kelurahan Rowosari.
“Melalui kegiatan haul ini, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, meneladani akhlak Rasulullah SAW, serta melanjutkan perjuangan para sesepuh seperti Mbah Muhlisin, Mbah Citro, dan Mbah Tego,” ujar Gus Rudi dalam tausiahnya.
Gus Rudi juga mengajak generasi muda dan masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, serta tradisi keagamaan yang telah diwariskan oleh para pendahulu, khususnya di wilayah Rowosari dan Kota Semarang pada umumnya.
Untuk mendukung keamanan dan kelancaran kegiatan, Pokdar Kamtibmas Sektor Tembalang yang dipimpin Wahyu menerjunkan sebanyak 10 personel. Mereka bertugas membantu pengamanan serta pengaturan jalannya acara agar tetap kondusif.
Menurut Wahyu, keterlibatan Pokdar Kamtibmas dalam kegiatan keagamaan ini tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi para anggotanya.
“Kami berharap kegiatan pengajian haul ini dapat membentuk anggota Pokdar Kamtibmas menjadi pribadi yang lebih beriman, bertakwa, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan Haul Umum XXXI Sesepuh Rowosari mendapat respons positif dari masyarakat maupun para pemangku wilayah. Selain menjadi wadah silaturahmi dan penguatan nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Sejumlah pelaku usaha dan pedagang lokal yang membuka stan di area kegiatan mengaku merasakan peningkatan pendapatan selama berlangsungnya acara.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan dukungan berbagai pihak, Haul Umum XXXI Sesepuh Rowosari diharapkan dapat terus menjadi tradisi yang mempererat persatuan, meningkatkan spiritualitas, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
SL
