Indonesia Investigasi
GUNUNGSITOLI – Plt.Kepala Syahbandar (KSOP) Gunungsitoli M.Zendrato disaat awak media konfirmasi diruang kerjanya menyampaikan pihaknya telah siap mengantisipasi kemungkinan lonjakan arus balik lebaran melalui jalur laut, pada pertengahan bulan Maret ini.
“Ya, kita sudah siap mengantisipasi hal tersebut. Dari pihak WJL ada 6 unit kapal yang sudah siap beroperasi ditambah 1 unit kapal ASDP. Jadi masyarakat tak perlu khawatir akan kesulitan kapal, karena ada 7 unit kapal yang siap beroperasi”, Kata M.Zendrato kepada awak media. Tepatnya di Jl. Yos Sudarso No. 194 Pelabuhan Angin Gunungsitoli. Rabu 4 Maret 2026
Lanjutnya selain itu, Ia juga berencana akan menertibkan para pedagang asongan dipelabuhan, para calo penumpang dan kendaraan roda dua dan empat tidak lagi di ijinkan masuk kedalam wilayah pelabuhan, wajib parkir ditempat yang sudah disediakan.
“Dalam waktu dekat ini saya juga akan menertibkan para pedagang asongan dengan melakukan pendataan ulang terlebih dahulu untuk memastikan ada berapa banyak jumlah pedagang asongan, selanjutnya mereka akan diberi kartu semacam ID Card sebagai pedagang asongan yang boleh berjualan di kapal, namun mereka nantinya akan dijadwal bergiliran. Tidak setiap hari, agar tidak menumpuk dikapal”, Tambahnya.
“Demikian juga kendaraan roda dua, tiga dan empat nantinya tidak boleh lagi masuk kedalam wilayah pelabuhan, tapi wajib parkir ditempat yang sudah disediakan. Seperti pelabuhan Sibolga dimana kendaraan tidak boleh masuk kedalam wilayah pelabuhan”, Ujar M.Zendrato Plt.KSOP Gunungsitoli. Sembari meminta agar media ini mensosialisasikan kepada warga para pengguna jasa pelabuhan laut.
Disinggung, maraknya truk-truk dari Sibolga yang parkir di pelabuhan Gunungsitoli sambil melakukan leveransir barang ke truk lain dalam wilayah pelabuhan.
Hal ini diakui oleh Kepala KSOP Gunungsitoli sembari menjelaskan karena ketiadaan lapangan parkir untuk melakukan bongkar muat atau leveransir barang diluar pelabuhan.
“Hal ini juga kita sudah membangun komunikasi kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli agar disediakan lahan parkir untuk bongkar muat atau leveransir barang diluar wilayah pelabuhan, dan tentu ini bisa menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Gunungsitoli”, Sebut M.Zendrato yang baru menjabat sebagai pelaksana tugas KSOP di Gunungsitoli. (Tim).
