Indonesia Investigasi
BERAU, KALTIM – Jajaran Polres Berau bersama tim gabungan lintas instansi mengambil langkah tegas dan tanpa kompromi dalam memberantas segala bentuk penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Tindakan hukum dan pengawasan ketat ini dilakukan demi melindungi hak masyarakat yang kurang mampu, sekaligus memastikan penyaluran BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Senin (22/06/2026).
Kapolres Berau melalui Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Muhammad Fajri, menyatakan bahwa pengawasan ketat ini diwujudkan lewat operasi pengecekan mendalam yang digelar sejak pagi hari.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi oknum-oknum yang mencoba menyalahgunakan BBM subsidi. Hak masyarakat kecil harus kita kawal bersama,” tegas AKP Muhammad Fajri.
Sasar Tiga Kecamatan Utama
Operasi dadakan ini menyasar sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah strategis, antara lain:
Kecamatan Tanjung Redeb
Kecamatan Teluk Bayur
Kecamatan Sambaliung
Di lokasi-lokasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kesesuaian tera mesin pompa, memeriksa kendaraan yang mengantre, hingga melacak potensi adanya penimbunan atau praktik “pengetapan” BBM menggunakan tangki modifikasi.
Sinergi Lintas Instansi
Langkah preventif dan represif ini berjalan maksimal berkat soliditas tim gabungan yang diterjunkan ke lapangan. Operasi ini melibatkan personel dari berbagai unsur penting, yaitu:
Personel Polres Berau (Penegakan hukum dan pengamanan)
Sub DenPom TNI AD (Pengawasan dan penegakan disiplin)
Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) (Pengawasan niaga dan tera)
Pihak Pertamina (Teknis distribusi dan sistem digitalisasi QR Code)
Melalui operasi terpadu ini, Polres Berau berharap dapat memberikan efek jera bagi para pelaku penyalahgunaan BBM subsidi, sekaligus menciptakan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat Berau yang membutuhkan. Pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan jika melihat adanya aktivitas mencurigakan terkait distribusi BBM di lingkungan mereka.
Sudirman
