Indonesia Investigasi
Irwansyah Sagala: Kolaborasi Kunci Wujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar, Pembangunan Harus Dirasakan Rakyat.
LABUHANBATU – Sumatra Utara – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten Labuhanbatu yang jatuh pada 17 Oktober 2026, Ketua Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PD-GPA) Kabupaten Labuhanbatu, Irwansyah Sagala, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu untuk menjadikan momentum bersejarah tersebut sebagai titik penguatan komitmen dalam mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Irwansyah, peringatan hari jadi Kabupaten Labuhanbatu tidak seharusnya hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, HUT ke-81 harus menjadi ruang refleksi bersama untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan, mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, serta merumuskan langkah konkret demi mewujudkan masa depan Labuhanbatu yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Ia menegaskan, bertambahnya usia Kabupaten Labuhanbatu harus sejalan dengan peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan publik. Pemerintah daerah diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam menyelesaikan persoalan mendasar yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, serta kesejahteraan sosial.
“Momentum HUT ke-81 ini harus menjadi kesempatan bagi kita semua untuk melihat sejauh mana pembangunan telah berjalan, apa yang sudah dicapai, dan apa saja yang masih perlu dibenahi. Jangan sampai peringatan hari jadi hanya ramai dengan kegiatan seremonial, tetapi aspirasi dan kebutuhan masyarakat justru belum mendapatkan perhatian yang memadai,” demikian pesan yang disampaikan Irwansyah.
Kolaborasi Jangan Berhenti pada Slogan
Mengangkat tema HUT ke-81 Kabupaten Labuhanbatu, ‘Berkolaborasi untuk Mewujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar dalam Membangun Desa Menata Kota’, Irwansyah menilai bahwa semangat kolaborasi harus diterjemahkan menjadi kebijakan, program, dan tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, membangun daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, petani, nelayan, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, hingga kelompok masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Kolaborasi tersebut, lanjutnya, harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, koordinasi yang baik, serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, program pembangunan tidak hanya disusun berdasarkan perencanaan birokrasi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Irwansyah menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang diumumkan atau besarnya anggaran yang dialokasikan. Hal yang tidak kalah penting adalah sejauh mana program tersebut memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
“Kolaborasi bukan sekadar kata-kata yang indah dalam tema peringatan. Kolaborasi harus terlihat dalam pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, terbukanya kesempatan ekonomi, dan kesungguhan pemerintah dalam mendengarkan suara masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap semangat Labuhanbatu Cerdas Bersinar benar-benar menjadi landasan bersama dalam membangun daerah, bukan hanya menjadi slogan yang digaungkan setiap kali peringatan hari jadi berlangsung.
Pemerataan Pembangunan Menjadi Perhatian Utama
Dalam pandangan GP Al-Washliyah Labuhanbatu, pemerataan pembangunan perlu menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Pembangunan desa dan penataan kota harus berjalan secara seimbang agar manfaat kemajuan daerah tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di pusat perkotaan, tetapi juga oleh warga yang berada di wilayah perdesaan.
Irwansyah mendorong agar pemerintah daerah terus memperhatikan kebutuhan infrastruktur dasar, akses pendidikan, fasilitas kesehatan, kondisi lingkungan, serta sarana yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan yang berpihak kepada masyarakat harus dimulai dari pemetaan kebutuhan yang tepat. Pemerintah perlu memastikan bahwa program yang direncanakan benar-benar menjawab persoalan di lapangan, memiliki sasaran yang jelas, dan dilaksanakan dengan pengawasan yang memadai.
Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Dengan partisipasi tersebut, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian penting dari upaya memajukan Kabupaten Labuhanbatu.
Pemerintah daerah, kata dia, perlu membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan mengenai pembangunan di lingkungan masing-masing. Aspirasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas program sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
Mendorong Transparansi dan Evaluasi Kinerja Pemerintah
Selain pemerataan pembangunan, Irwansyah juga mendorong Bupati Labuhanbatu beserta jajaran pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi mengenai capaian pembangunan secara terbuka dan proporsional kepada masyarakat.
Menurutnya, transparansi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai program prioritas, perkembangan pelaksanaan kegiatan, manfaat yang telah dicapai, serta berbagai pekerjaan rumah yang masih membutuhkan penyelesaian.
Ia menilai, keterbukaan bukan berarti pemerintah harus selalu menampilkan keberhasilan. Pemerintah juga perlu berani mengidentifikasi kekurangan, menjelaskan kendala yang dihadapi, dan menyampaikan langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Dengan pendekatan tersebut, evaluasi pembangunan dapat menjadi sarana memperbaiki kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya pembangunan.
“Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama. Keterbukaan mengenai capaian maupun persoalan yang belum selesai akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami arah pembangunan, sekaligus ikut mengawasi dan memberikan masukan secara konstruktif,” ujarnya.
Irwansyah berharap, peringatan HUT ke-81 menjadi momentum untuk memperkuat budaya evaluasi, meningkatkan akuntabilitas, dan memastikan setiap program pemerintah memiliki tujuan yang terukur serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Usulkan Forum Dialog Terbuka dengan Masyarakat
Sebagai bentuk konkret untuk memperkuat kolaborasi, Irwansyah mengusulkan agar Pemkab Labuhanbatu menyediakan forum dialog terbuka yang mempertemukan pemerintah dengan berbagai unsur masyarakat.
Forum tersebut dapat menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, kritik, saran, dan usulan mengenai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Ia menilai, komunikasi dua arah sangat dibutuhkan agar kebijakan pemerintah tidak berjalan jauh dari harapan masyarakat. Melalui dialog yang rutin dan terarah, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan warga, sementara masyarakat juga dapat memahami prioritas dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.
Menurutnya, kritik yang disampaikan dengan dasar persoalan nyata dan semangat membangun seharusnya dipandang sebagai bagian dari partisipasi publik, bukan sebagai hambatan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Forum dialog juga diharapkan mampu mempertemukan gagasan dari kalangan pemuda, organisasi kemasyarakatan, pelaku ekonomi, kelompok perempuan, tenaga pendidik, serta berbagai elemen lainnya.
Dengan demikian, pembangunan Labuhanbatu dapat disusun melalui proses yang lebih partisipatif, terbuka, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pemuda Harus Diberi Ruang untuk Berkontribusi
Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kepemudaan, PD-GPA Labuhanbatu turut menaruh perhatian terhadap peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Irwansyah menilai, pemuda merupakan salah satu kekuatan penting yang dapat mendorong perubahan melalui gagasan, kreativitas, inovasi, dan partisipasi sosial. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan.
Menurutnya, pemuda tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kelompok yang akan menerima hasil pembangunan pada masa depan. Sebaliknya, pemuda harus dilibatkan sebagai mitra yang dapat memberikan kontribusi sejak sekarang.
Ruang partisipasi tersebut dapat diwujudkan melalui pelatihan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, kegiatan sosial, penguatan literasi digital, serta pelibatan organisasi kepemudaan dalam forum perencanaan dan evaluasi program pemerintah.
Ia juga mendorong agar momentum HUT ke-81 Kabupaten Labuhanbatu dimanfaatkan untuk memberikan apresiasi kepada pemuda yang telah menunjukkan prestasi dan kontribusi positif bagi masyarakat.
Penghargaan terhadap pemuda berprestasi, menurutnya, bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan juga dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengambil peran dalam memajukan daerah.
Apresiasi bagi Guru, Petani, Tenaga Kesehatan, dan Pegiat Lingkungan
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81, Irwansyah juga mengusulkan agar pemerintah memberikan perhatian dan apresiasi kepada berbagai kelompok masyarakat yang berkontribusi terhadap pembangunan Labuhanbatu.
Kelompok tersebut meliputi guru, tenaga kesehatan, petani, nelayan, pelaku UMKM, pemuda berprestasi, serta pegiat lingkungan yang selama ini menjalankan peran penting di tengah masyarakat.
Ia menilai, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah dan pembangunan infrastruktur. Ada banyak pihak yang bekerja secara langsung di lapangan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan, memenuhi kebutuhan pangan, menggerakkan ekonomi, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Karena itu, kontribusi mereka layak mendapatkan perhatian melalui program pembinaan, pemberdayaan, peningkatan kapasitas, dan penghargaan yang sesuai.
Bagi Irwansyah, peringatan hari jadi daerah merupakan kesempatan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan memberikan pengakuan kepada masyarakat yang telah mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan.
Ia berharap, kegiatan peringatan HUT tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga membawa manfaat sosial yang nyata dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Digitalisasi Dinilai Penting untuk Memperluas Peluang Ekonomi
Di tengah perkembangan teknologi, Irwansyah turut mendorong pemerintah daerah memperluas pelatihan digitalisasi bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih luas, meningkatkan efisiensi usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka peluang ekonomi baru.
Bagi petani dan nelayan, peningkatan literasi digital dapat membantu memperluas akses terhadap informasi pasar, perkembangan harga, pengetahuan usaha, dan berbagai layanan yang relevan dengan kegiatan ekonomi mereka.
Sementara itu, bagi pelaku UMKM, pelatihan pemasaran digital, pengelolaan keuangan sederhana, pengembangan merek, dan pemanfaatan platform penjualan daring dapat menjadi bekal untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Namun, ia mengingatkan bahwa pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan tidak berhenti pada kegiatan formal semata. Pendampingan setelah pelatihan juga penting agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan usaha.
“Pemberdayaan masyarakat harus diarahkan pada peningkatan kemampuan dan kemandirian. Kita ingin petani, nelayan, dan pelaku UMKM memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga,” ungkapnya.
Ia berharap, program pemberdayaan ekonomi tersebut dapat menjadi bagian dari langkah konkret dalam mewujudkan Labuhanbatu yang semakin maju dan memiliki daya saing.
Labuhanbatu Cerdas Bersinar Harus Terlihat dalam Kehidupan Masyarakat
Irwansyah menegaskan, cita-cita mewujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar perlu diterjemahkan ke dalam pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, serta penciptaan lingkungan yang aman, bersih, dan nyaman.
Menurutnya, predikat daerah yang cerdas harus tercermin dari kualitas pendidikan, kemampuan masyarakat beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta kebijakan yang disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi daerah.
Sementara itu, semangat bersinar harus diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan, penguatan karakter, kepedulian sosial, serta lingkungan masyarakat yang mendukung tumbuhnya generasi berprestasi.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjadikan visi tersebut sebagai tujuan bersama yang diwujudkan secara bertahap melalui program yang jelas dan dapat dievaluasi.
Dalam prosesnya, pemerintah daerah diharapkan tetap membuka ruang bagi kritik dan masukan masyarakat. Sebab, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kepercayaan publik, partisipasi aktif, serta kesediaan semua pihak untuk memperbaiki kekurangan.
HUT ke-81 Harus Menjadi Momentum Aksi Nyata
Menutup pernyataannya, Irwansyah Sagala berharap peringatan HUT ke-81 Kabupaten Labuhanbatu menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk mempercepat pembangunan yang efektif, transparan, merata, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Ia mengajak pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang berkesinambungan.
Menurutnya, kemajuan Labuhanbatu tidak dapat diwujudkan hanya melalui harapan dan slogan. Diperlukan kerja nyata, perencanaan yang matang, pelaksanaan yang bertanggung jawab, serta pengawasan yang melibatkan masyarakat.
“Di usia ke-81 ini, kita berharap Labuhanbatu semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Pemerintah perlu terus membuka diri, masyarakat harus diberi ruang berpartisipasi, dan seluruh elemen daerah harus memiliki semangat yang sama untuk membangun kampung halaman,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa kolaborasi harus menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari desa hingga perkotaan.
“Transformasi perayaan atau peringatan harus dibuktikan menjadi aksi nyata,” tegas Irwansyah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya usia kabupaten, tetapi juga oleh kesungguhan seluruh pemangku kepentingan dalam menjadikan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama.
Dengan semangat kebersamaan pada HUT ke-81 Kabupaten Labuhanbatu, harapan terhadap terwujudnya daerah yang cerdas, bersinar, maju, dan sejahtera diharapkan dapat terus diperjuangkan melalui kolaborasi yang nyata, terbuka, dan berkelanjutan.
Penulis : Chairul Ritonga
