Oleh: Muhammad Ramadhanur Halim, S.H.I.,
(Alumni Prodi Perbandingan Mazhab dan Hukum, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Ar-Raniry Banda Aceh)
Pendahuluan
Prof. Muhammad Siddiq Armia, M.H, PH.D. salah satu sosok/figur akademisi yang lahir dari rahim tradisi Aceh dan berhasil menembus panggung ilmiah internasional. Sebagai seorang dengan sebutan guru besar telah menjadikannya simbol perjalanan panjang dari seorang anak dayah yang selalu menjadikan ilmu pengetahuan dalam wujud pengabdian dan jariyah, telah menjelma menjadi seseorang yang memiliki etika dan integritas serta konsisten di bidangnya
Dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia, kehadiran Siddiq Armia ini menjadi tokoh penting karena mampu menjembatani antara tradisi lokal dengan cakrawala global. Hal ini menjadi bukti bahwasanya seorang putera daerah Aceh-Indonesia dapat bersaing di kancah internasional tanpa harus kehilangan akar budaya dan nilai-nilai luhur, sebagaimana telah diwariskan oleh para alim ulama sebelumnya.
Disini akan diresensikan kiprah, prestasi dan kontribusi Prof. Siddiq Armia melalui pendekatan analitis humanis. Narasi-narasi ini dibangun tidak hanya menyoroti segala pencapaian akademik yang telah diraihnya, tetapi juga menyoroti dimensi-dimensi yang menjadikan beliau sosok inspiratif yang dikenal oleh masyarakat luas, khususnya kepada generasi muda di Aceh.
Akar Tradisi dan Pendidikan
Siddiq Armia dilahirkan dalam keluarga ulama besar dan pesantren (dayah) telah membentuk karakter serta kepribadiannya. Kakeknya, Abu Teupin Raya seorang ulama yang terkemuka merupakan pendiri Dayah Darussaadah Aceh, sekaligus seorang ahli dalam ilmu falak (astronomi). Dari sang kakek ia terus belajar dan memahami tentang semangat untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai cahaya (nur) yang menuntun masyarakat serta menjadi pedoman dalam kehidupan.
Ayahnya bernama Tgk. H. Armia M. Ali, lulusan Timur Tengah dan dosen Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, dalam hidupnya selalu menanamkan teladan kepadanya bahwa, ilmu harus dipraktikkan dengan etika dan pengabdian. Dari sang ayah ini kemudian Siddiq Armia belajar tentang menjadi akademisi sejatinya bukan hanya mengajar, tetapi juga membimbing masyarakat menuju kebaikan dan keadilan.
Memulai pendidikan dasarnya di MIN Merduati Kota Banda Aceh, kemudian melanjutkannya ke Dayah Darussaadah Aceh dan lalu ke jenjang pendidikan menengah atas di MAN Beureunuen. Perjalanan yang dilaluinya dalam setiap jenjang pendidikan, baik secara formal dan tradisional ini berjalan sesuai waktu telah membentuk karakter disiplin yang seimbang antara; religiusitas dan rasionalitas ini kemudian menjadikannya sosok pribadi yang mampu menjembatani: tradisi dan modernitas menjadi lebih harmonis.
Berada di lingkungan keluarga yang sarat akan tradisi keilmuan telah menjadikannya sosok yang selalu terbiasa menghadapi atmosfer belajar sejak dini. Hal inilah yang kemudian membentuk kepribadian yang tetap kokoh terhadap tradisi dan nilai-nilai luhur sekaligus tetap terbuka terhadap tantangan zaman yang terus berubah seiring berjalannya, sehingga menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bagian integral penting dalam kehidupannya.
Akar tradisi yang kuat inilah menjadikannya salah seorang akademika yang tidak pernah tercerabut dari nilai-nilai lokal. Karena Ia tetap membawa semangat dayah dalam setiap langkah ilmiahnya, hingga tradisi tersebut membawanya meraih prestasi global.
Perjalanan Akademik
Perjalan studi di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh merupakan awal perjalanan akademiknya. Di sini, ia mulai menekuni dan menapaki jalur hukum, bidang yang kelak menjadi spesialisasinya. Ia telah menunjukkan minat besar pada kajian ilmu hukum hingga menjadi kontribusi penting dalam sejarah akademiknya.
Setelahnya menyandang gelar sarjana Ia melanjutkan studi S2 di Universitas Indonesia (UI) Jakarta dengan fokus tesisnya pada Mahkamah Syari’yah Nanggroe Aceh Darussalam dan kaitannya dengan Kesultanan Iskandar Muda. Kajian ini kemudian menunjukkan betapa kepeduliannya terhadap sejarah hukum lokal di Aceh dan relevansinya dengan konteks modern saat ini.
Berikut setelah menyandang gelar magister ia lanjut menempuh program doktoral di Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris. Disertasinya membahas tentang Mahkamah Konstitusi dan reformasi hukum menjadi kontribusi penting dalam kajian hukum tata negara, sekaligus memperkuat reputasi akademiknya di tingkat internasional.
Ia pernah memperoleh gelar honorary doctorate dari Korea Selatan dalam bidang Comparative Law in Southeast Asia. Pengakuan tersebut menegaskan bahwa, reputasinya sebagai akademisi berkelas internasional diakui oleh berbagai lembaga akademik dunia.
Perjalanan akademiknya ini telah memperlihatkan konsistensinya dalam menekuni bidang hukum dengan orientasi global, namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal Aceh menjadi dalam bingkai tradisi dan modernitas.
Kiprah Jabatan dan Pengabdian
Sebagai dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh ia berhasil meningkatkan akreditasi prodi dan memperkuat reputasi fakultas. Kepemimpinannya telah terbukti membawa perubahan yang signifikan dalam kualitas serta mutu akademik dan manajemen fakultas.
Sebagai asesor BAN-PT dan tim penilai guru besar Kemendikbud RI, perannya dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi di Indonesia tetap berkomitmen terhadap standar akademik yang tinggi dan strategis
Pengalamannya sebagai konsultan hukum di lembaga internasional seperti UNDP, USAID dan IFES juga sebagai ajang pembuktian terhadap kapasitasnya dalam ranah global. Ia mampu mengintegrasikan perspektif lokal dengan kebutuhan internasional.
Sebagai interviewer LPDP ia menegaskan komitmennya untuk pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Ia berkontribusi dalam seleksi calon penerima beasiswa yang akan menjadi pemimpin di masa depan bangsa.
Prestasi dan Pengakuan
Prof, Siddiq Armia masuk dalam deretan Top 2% Scientist Dunia tahun 2025 versi Stanford University & Elsevier, ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat monumental. Kenapa? Karena pengakuan ini menegaskan kiprahnya sebagai ilmuwan hukum berkelas dunia sangatlah layak dan pantas diterima, sekaligus mengangkat nama serta marwah daerah Aceh di panggung internasional.
Selain itu, ia dan timnya juga berhasil meningkatkan jumlah prodi yang terakreditasi unggul di UIN Ar-Raniry Banda Aceh (dari satu prodi menjadi empat prodi). Berbagai torehan prestasi tersebut telah membuktikan kepemimpinan sebagai seorang visioner dan selalu berorientasi pada standart serta kualitas.
Beberapa jurnal yang dikelola juga terakreditasi secara nasional dan terindeks Scopus, demi memperkuat reputasi akademik fakultas yang ia pimpin. Secara nyata telah menunjukkan kemampuan dan komitmennya terhadap publikasi ilmiah yang berkualitas. Ia juga memenangi beberapa riset kompetitif internasional dari Australia yang diakui oleh dunia. Prestasi ini memperkuat jejaring akademiknya di tingkat global.
Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI dan Brevet Marinir TNI AL menjadi bukti penguat lainnya sebagai pengakuan terhadap pengabdian dan kontribusinya. Penghargaan ini menegaskan kiprahnya tidak hanya di ruang-ruang akademik saja, tetapi juga masuk dalam ruang-ruang pengabdian sosial menjadi begitu berdampak.
Jejak Internasional
Beberapa kunjungan penting ke berbagai negara memperlihatkan kekuatan jejaring global yang luas. Ia menjadi visiting professor di Mesir dan Korea Selatan, hal ini merupakan rangakaian reputasi terbaik internasionalnya. Studi banding di Eropa, termasuk Jerman, Perancis, Belanda dan Skotlandia pernah ia jelajahi turut memperkaya perspektifnya dalam bidang hukum tata negara. Pengalaman ini kemudian memperluas cakrawala akademiknya.
Riset kolaboratif di Maroko, Turki, Qatar, UEA, Thailand dan Malaysia juga telah menunjukkan betapa patut diacungi jempol komitmennya pada kerja sama internasional, serta aktif membangun jejaring akademik lintas negara.
Keanggotaannya di Oxford, Cambridge, London dan asosiasi hukum internasional menambah bukti pengakuan dunia internasional terhadap kapasitas ilmiahnya. Hal ini menunjukkan reputasi secara global yang dimilikinya.
Peran Organisasi dan Sosial
Keterlibatannya dalam Sarekat Islam Aceh turut menunjukkan kepeduliannya terhadap organisasi sosial dan keagamaan. Ia berperan aktif membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islami. Sebagai Ketua Dewan Pakar ICMI Muda Aceh, perannya dalam pengembangan intelektual muda telah menunjukkan komitmennya terhadap keberlangsungan para generasi penerus di masa mendatang.
Lalu keanggotaannya di PWNU Aceh juga membuktikan komitmennya terhadap organisasi keagamaan sebagai rumah besar para alim ulama selalu aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di tingkat lokal Aceh
Sebagai anggota APHTN-HAN, ia berperan aktif dalam mengembangkan bidang ilmu hukum tata negara di Indonesia. Peran tersebut membuktikan kontribusinya dalam dunia hukum nasional. Pengalamannya sebagai Sekjen Pondok Pesantren Darussa’adah Aceh juga merupakan sebuah pembuktian akan keterikatannya dengan dayah sebagai lembaga pendidikan asalnya.
Analisis Humanis
Siddiq Armia adalah figur/sosok yang menjembatani antara tradisi lokal dengan cakrawala global telah menjadi inspirasi bagi para generasi muda Aceh untuk dapat terus berprestasi tanpa meninggalkan akar budaya. Ilmu baginya merupakan jalan pengabdian dan amal jariyah yang terus mengalir. Sikap rendah hati menjadikan ilmunya sebagai energi yang menggerakkan masyarakat untuk terus menuju perubahan positif.
Ia menunjukkan bahwa, tradisi tidak harus ditinggalkan, melainkan bisa diperkaya dengan adanya perubahan zaman dan canggihnya teknologi. Pesannya sederhana namun mendalam: “ilmu adalah jalan pengabdian.” Narasi hidupnya sebuah inspirasi bahwa, “ilmu pengetahuan adalah jembatan antara tradisi dan modernitas, antara lokalitas dan globalitas.” sosoknya memberi harapan bahwa, Aceh bisa menjadi pusat ilmu yang relevan bagi dunia bukan hanya sekedar utopia dan retorika semata.
Dengan pencapaian internasionalnya ini, ia layak dan patut menjadi teladan bagi semua orang, baik tua maupun muda dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, sebagai sebuah jalan pengabdian dan jariyah. Karena ilmu adalah amal yang terus mengalir, serta memberi manfaat yang besar bagi generasi yang akan datang.
Penutup
Resensi ini menegaskan bahwa Prof. Muhammad Siddiq Armia, M.H, PH.D, merupakan sosok yang menginspirasi banyak orang. Dari Aceh, ia membawa cahaya ilmu ke panggung dunia dengan integritas, etika dan pengabdian yang tulus. Harapan ke depannya adalah para generasi muda Aceh dan Indonesia dapat sejajar serta meneladani semangatnya..
M12H
