Polda Kepri Gelar Lomba Sampan dan Ketinting, Wakapolda Soroti Nasib Nelayan Tanjung Riau

 

Indonesia Investigasi 

BATAM – indonesiainvestigasi.com l Polda Kepri Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menggelar lomba dayung sampan dan balap ketinting dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Pelabuhan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam, Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan yang memperebutkan Piala Kapolda Kepri itu diikuti ratusan peserta dari masyarakat pesisir.

 

Bacaan Lainnya

Pembukaan lomba ditandai dengan pelepasan peserta pertama oleh Wakapolda Kepulauan Riau. Suara terompet dan pengibaran bendera start mengawali perlombaan yang berlangsung meriah dan disaksikan masyarakat serta sejumlah tamu undangan.

 

Dalam sambutannya, Wakapolda Kepri menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kehidupan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di Tanjung Riau.

 

Ia menyoroti perubahan kondisi perairan yang memengaruhi aktivitas nelayan dari tahun ke tahun.

 

Menurut dia, keberlangsungan profesi nelayan perlu dijaga melalui upaya pelestarian ekosistem laut dan perlindungan kawasan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.

 

“Bagaimana masyarakat Tanjung Riau tetap mencintai profesinya sebagai nelayan.

 

Harus ada kawasan yang dipelihara biota lautnya sehingga masyarakat tetap dapat mencari ikan dan mempertahankan sumber ekonominya,” kata Wakapolda.

 

Ia juga mengingatkan bahwa berkurangnya hasil tangkapan ikan dapat berdampak pada perubahan sosial di masyarakat pesisir.

 

Nelayan, kata dia, berpotensi beralih fungsi dari pencari ikan menjadi penyedia jasa transportasi laut apabila sumber daya perikanan terus menurun.

 

Selain perlombaan, Polda Kepri juga menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga. Menurut Wakapolda, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan.

 

“Kami ingin membangun kebersamaan antara masyarakat dengan Polri. Polri hadir untuk masyarakat, dan kedekatan itu harus terus dipelihara,” ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Bhayangkari Daerah Kepulauan Riau turut menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

 

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kepada masyarakat pesisir yang selama ini menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

 

Wakapolda berharap rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi mampu memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial serta meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.

 

“Jadikan perlombaan ini sebagai ajang silaturahmi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, disiplin, dan keselamatan,” katanya.

 

Dengan mengucapkan basmalah, Wakapolda secara resmi membuka lomba dayung sampan dan balap ketinting Hari Bhayangkara ke-80.

 

Sebanyak 106 peserta ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung di perairan Tanjung Riau tersebut.

 

Masyarakat yang memadati lokasi acara menyambut antusias kegiatan itu.

 

Selain menjadi hiburan rakyat, perlombaan juga menjadi simbol kedekatan Polri dengan komunitas pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari laut.

 

 

 

(Warni)

Pos terkait