Indonesia Investigasi
KOTA PEKALONGAN – Indonesia investigasi.com – Pemerintah pusat menjanjikan alokasi anggaran sebesar Rp700 miliar mulai tahun 2027 untuk penanganan Sungai Bremi dan Sungai Meduri di Kota Pekalongan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk penanganan menyeluruh guna mengurangi risiko banjir, termasuk pembangunan infrastruktur pengendali air seperti tanggul, pompa, dan kolam retensi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Khaerudin, mengatakan komitmen anggaran itu disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PUPR saat kunjungan ke Pekalongan beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut dilakukan menyusul banjir yang merendam jalur rel kereta api hingga melumpuhkan perjalanan kereta selama sekitar tiga hari.
“Dirjen SDA kemarin menyampaikan komitmen bahwa mulai 2027 akan turun anggaran yang besar, sekitar Rp700 miliar, sehingga penanganan Bremi–Meduri nanti modelnya seperti Sungai Loji dan Sungai Banger,” kata Khaerudin saat diwawancarai, Selasa, 3 Februari 2026.
Sementara itu, pada tahun 2026 pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp37 miliar untuk penanganan Sungai Bremi–Meduri. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk pembangunan dan penguatan tanggul di sepanjang Sungai Bremi.
“Untuk penanganan Sungai Bremi–Meduri tahun ini dianggarkan Rp37 miliar. Sebenarnya rencananya Rp50 miliar, namun terkena efisiensi,” ujarnya.
Menurut Khaerudin, pembangunan tanggul akan dilakukan di sisi kanan dan kiri Sungai Bremi, dimulai dari wilayah selatan di sekitar stasiun pompa Pabean hingga kawasan PKK di sebelah utara jalur Pantura. Penguatan tanggul direncanakan menggunakan sistem minipile, serupa dengan penanganan di Sungai Loji dan Sungai Banger.
Penanganan Sungai Bremi–Meduri sendiri dirancang dengan skema multiyears. Perencanaan teknis telah disusun sejak tiga hingga empat tahun lalu, namun pelaksanaannya dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah pusat.
Untuk pelaksanaan tahun ini, DPUPR Kota Pekalongan masih melakukan koordinasi dan pematangan perencanaan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali–Juana sebelum masuk tahapan lelang.
“Per hari ini kami diundang oleh Balai Besar untuk koordinasi atau pematangan perencanaan. Insyaallah dalam waktu dekat ini akan masuk ke lelang,” ujar Khaerudin.
(Ari )
