Indonesia Investigasi
BANDA ACEH – Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) menggelar rangkaian kegiatan strategis pada Januari 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia, penataan tata kelola organisasi, serta penguatan komitmen keberlanjutan lembaga, selasa (20/01/26).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesia, dan LPDP, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Rangkaian kegiatan diawali dengan program Pengembangan Kapasitas SDM Pra-Sertifikasi bertajuk “Langkah Strategis Menuju Sertifikasi: Membangun Standar Kepengurusan MAPESA” yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 16–17 Januari 2026 di Seventeen 17 Hotel, Banda Aceh.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, antara lain Reza Idria, Ph.D. Dr. Sehat Ihsan Sadikin, Piet Rusdi, serta Prof. Dr. Husaini Ibrahim, M.A. Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan standar kepengurusan organisasi yang profesional, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan sertifikasi kelembagaan.
Selanjutnya, MAPESA melaksanakan Fokus Grup Discussion (FGD) V dengan tema “Finalisasi Rencana Strategis Keberlanjutan Organisasi dan Peneguhan Komitmen MAPESA” pada Minggu–Senin, 18–19 Januari 2026, di lokasi yang sama. FGD ini menghadirkan narasumber Brigjen TNI Yudi Yulianto, M.A, Ir. Abdul Hafis, M.T, Tgk. H. Taqiyuddin Muhammad, Lc, serta Dr. Teuku Roli Ilhamsyah Putra, S.E., M.M. Diskusi difokuskan pada penyusunan arah kebijakan jangka panjang, penguatan jejaring kelembagaan, serta konsolidasi nilai dan komitmen organisasi MAPESA.
Tidak hanya berfokus pada penguatan kelembagaan, MAPESA juga mendorong pengembangan kreativitas dan pelestarian budaya melalui kolaborasi dengan Labs Aceh Rakitan dalam kegiatan Workshop Pengaplikasian Bahasa Visual Tradisi Aceh pada Media Logam dengan Teknik Etsa. Workshop ini menghadirkan narasumber Yulfa Haris Saputra, S.Pd., M.Sn, Indra Setiawan, S.Sn., M.Sn, dan Iskandar, S.Sn., M.Sn, yang merupakan akademisi dari ISBI Aceh.
Kegiatan ini menjadi ruang transfer pengetahuan sekaligus upaya aktualisasi nilai-nilai visual tradisi Aceh ke dalam medium seni kontemporer.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen MAPESA sebagai organisasi yang tidak hanya fokus pada pelestarian sejarah dan budaya Aceh, tetapi juga serius dalam membangun tata kelola yang profesional, berkelanjutan, serta adaptif terhadap tantangan zaman. Dengan dukungan berbagai pihak, MAPESA optimistis dapat melangkah menuju sertifikasi kelembagaan dan memperkuat perannya dalam menjaga warisan sejarah Aceh.
Abel Pasai
