Jangan Korbankan Masyarakat dan Marwah Bireuen demi Ambisi Politik

 

Indonesia Investigasi

BIREUEN – 14 Januari 2016 l Di tengah masyarakat yang masih trauma akibat bencana dan belum sepenuhnya pulih, justru beredar isu penggelapan dan penimbunan barang bantuan. Tuduhan-tuduhan tersebut bukan hanya tidak berdasar, tetapi telah menjadi fitnah yang berbahaya karena sengaja membakar emosi publik dan menanamkan kebencian terhadap pemerintah.

Isu ini bukan sekadar kesalahan informasi, melainkan bagian dari upaya menggiring opini agar masyarakat ikut terprovokasi. Bantuan kemanusiaan yang seharusnya menjadi ruang empati dan persatuan malah dijadikan alat pertarungan politik. Padahal, klarifikasi sudah disampaikan secara terbuka dan bukti-bukti telah menunjukkan bahwa tudingan tersebut tidak benar.

Bacaan Lainnya

Dampak dari narasi sesat ini sangat serius. Kepercayaan publik terkikis, suasana menjadi gaduh, dan yang paling memprihatinkan, para donatur dari luar daerah mulai mengurungkan niat untuk menyalurkan bantuan. Mereka ragu, bukan karena masyarakat Bireuen tidak membutuhkan, tetapi karena takut bantuan disalahartikan akibat pemberitaan yang menyesatkan.

Bireuen adalah milik kita bersama. Menjatuhkan marwah daerah dengan menyebarkan fitnah sama artinya mencederai kepentingan masyarakat sendiri. Ketika nama baik daerah dirusak, yang terdampak bukan hanya pemerintah, tetapi juga korban bencana yang masih membutuhkan uluran tangan.

Media memiliki peran penting dalam kondisi ini. Media diharapkan tidak menjadi corong provokasi, melainkan berdiri di garda depan melawan berita bohong. Prinsip keberimbangan, verifikasi, dan etika jurnalistik harus ditegakkan. Jika klarifikasi sudah jelas dan fakta telah berbicara, maka kebenaran harus disampaikan secara jujur dan konsisten.

Kritik dan pengawasan adalah bagian dari demokrasi, tetapi fitnah dan manipulasi bukanlah kontrol, melainkan perusakan. Demokrasi yang sehat dibangun di atas kejujuran dan tanggung jawab moral, bukan dengan cara-cara kotor yang mengorbankan rasa aman masyarakat.

Pada akhirnya, kebenaran akan tetap menjadi kebenaran. Kebohongan boleh ramai sesaat, tetapi tidak akan bertahan. Yang dibutuhkan hari ini bukan adu domba, melainkan ketenangan, persatuan, dan komitmen bersama untuk memulihkan Bireuen dari luka bencana.

Redaksi

Pos terkait