Indonesia Investigasi
PEKALONGAN – Indonesia investigasi.com – Polres Pekalongan – Polda Jateng – Polres Pekalongan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial Skrining Tracing Tuberkulosis (TB) Paru di Puskesmas Kajen I, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus mendukung program pemberantasan TB Paru yang digagas Polda Jawa Tengah.
Kegiatan dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Tohid Margono, Wakapolres Pekalongan Kompol M. Farid Amirullah, pejabat utama Polres Pekalongan, jajaran Puskesmas Kajen I, serta sejumlah peserta skrining.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial kepada perwakilan peserta skrining TB Paru dan pelaksanaan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan program skrining dan pelacakan TB Paru merupakan tindak lanjut dari program Polda Jawa Tengah untuk menekan angka penyebaran penyakit tersebut di masyarakat.
“Kami dari Polres Pekalongan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melaksanakan lanjutan program Polda Jawa Tengah dalam upaya pemberantasan TB Paru. Hari ini kami mengajak masyarakat yang terindikasi TB Paru maupun keluarga yang melakukan kontak erat untuk melakukan pemeriksaan dan skrining kesehatan agar kondisi kesehatannya dapat diketahui sejak dini,” ujar Rachmad.
Menurutnya, selain melakukan pemeriksaan, petugas kesehatan juga memberikan pendampingan serta pengobatan kepada masyarakat yang terindikasi TB Paru agar proses penyembuhan dapat berjalan optimal.
“Melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas, kami melakukan pendataan, pendampingan, tracking, hingga pemberian obat kepada masyarakat yang terindikasi TB Paru. Harapannya mereka dapat segera sembuh dan angka kasus TB di Kabupaten Pekalongan terus menurun,” katanya.
Kapolres mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, jumlah masyarakat yang terindikasi TB Paru di Kabupaten Pekalongan mencapai lebih dari 600 orang. Namun berkat kerja sama lintas sektor, sebagian besar telah berhasil dilakukan pendampingan dan pelacakan.
“Dari jumlah 600-an yang terindikasi TB Paru, saat ini sekitar 60 persen sudah mendapatkan pendampingan dan tracking. Berkat kerja keras petugas kesehatan dan para Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke lapangan, kini tinggal sekitar 30 persen lagi yang masih perlu dilakukan pelacakan lebih lanjut,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak takut atau khawatir ketika petugas kesehatan maupun Bhabinkamtibmas datang untuk melakukan pendampingan dan pemeriksaan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak khawatir apabila didatangi petugas puskesmas atau Bhabinkamtibmas. Tujuannya semata-mata untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB Paru,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polres Pekalongan dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kepolisian dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kasus TB Paru di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Melalui kegiatan skrining dan tracing tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdeteksi lebih dini sehingga mendapatkan pengobatan tepat waktu dan dapat memutus rantai penularan TB Paru di Kabupaten Pekalongan. ( Ari )
