Indonesia Investigasi
NAGAN RAYA – Di tengah upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan, secercah harapan hadir bagi para ibu hamil dan ibu menyusui di Kabupaten Nagan Raya. Melalui aspirasi Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh, H. Hendri Muliana, puluhan ribu kaleng ikan sarden disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi masyarakat.
Program bantuan sosial ini menyasar kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, yakni ibu hamil dan ibu menyusui. Ikan sarden dipilih bukan tanpa alasan. Kandungan protein tinggi di dalamnya diyakini mampu membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di lima titik wilayah kerja puskesmas di Nagan Raya. Lokasi pertama berlangsung di Puskesmas Cot Kuta, Gampong Sapek. Di sana, sebanyak 9.979 kaleng atau setara 199,58 kotak sarden didistribusikan kepada penerima manfaat.
Kepala Puskesmas Cot Kuta, Nur Jasmani, A.Md.Keb, menyampaikan rasa haru dan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan gizi bagi ibu merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi sehat.
“Bantuan ini sangat berarti bagi para ibu hamil dan ibu menyusui. Protein hewani seperti ikan sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ibu dan perkembangan janin maupun bayi. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Penyaluran berikutnya dilakukan di Puskesmas Alue Bilie, Kecamatan Darul Makmur, dengan jumlah bantuan yang sama, yakni 9.979 kaleng. Tenaga Pelaksana Gizi setempat, Rini Agustin, A.Md.Gz, menilai bantuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat di tingkat akar rumput.
Hal serupa juga berlangsung di Puskesmas Beutong Ateuh dan Puskesmas Beutong Ateuh Banggalang. Masing-masing menerima 9.979 kaleng sarden. Kepala Puskesmas Beutong Ateuh, Erlina, A.Md.Kep, serta Kepala Puskesmas Beutong Ateuh Banggalang, Saiful, S.Kep., M.K.M, menyambut baik program tersebut sebagai bentuk perhatian nyata terhadap kesehatan masyarakat.
Satu titik lainnya, yakni Puskesmas Tadu Raya, turut menerima jumlah bantuan yang sama. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan di lima kecamatan mencapai 49.895 kaleng atau sekitar 997,9 kotak sarden.
Staf Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Heriamadi Fasly, menegaskan bahwa konsumsi ikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
“Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang sangat baik untuk ibu dan anak. Program ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan generasi mendatang,” jelasnya.
Bagi sebagian masyarakat, bantuan ini bukan sekadar paket pangan. Lebih dari itu, ia menjadi simbol kepedulian dan harapan. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga, kehadiran bantuan ini menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri.
Program yang diperjuangkan H. Hendri Muliana ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok rentan, terus diupayakan. Harapannya, langkah kecil ini mampu memberikan dampak besar: melahirkan generasi Aceh yang lebih sehat, kuat, dan bebas dari stunting.
Nobi
