PADANG, Indonesiainvestigasicom— Semangat perjuangan, nasionalisme, dan ketangguhan generasi muda kembali bergelora di Sumatera Barat. Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Batalyon Harimau Kuranji (LLA TJPHK) V Regional Sumatera Tahun 2026 resmi dibuka pada Jumat malam (9/10/2026), di SMAN 11 Padang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung.
Ajang yang digagas melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Barat ini bukan sekadar perlombaan lintas alam yang mengandalkan kekuatan fisik dan ketahanan mental. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai sejarah perjuangan, patriotisme, kedisiplinan, solidaritas, serta kecintaan terhadap Tanah Air kepada generasi muda.
Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP., Kepala Dispora Provinsi Sumatera Barat, Tasliattu Fuaddi, Kabid Pemberdayaan Pemuda Sandy Waldi, S.Sos., M.Si., serta unsur TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Suasana pembukaan berlangsung meriah sekaligus sarat makna. Penampilan tari tradisional Minangkabau oleh siswa-siswi SMAN 11 Padang menambah semarak acara, sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya Minangkabau yang menjadi bagian penting dari identitas dan semangat perjuangan masyarakat Sumatera Barat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak generasi muda mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Batalyon Harimau Kuranji, sebuah bagian dari perjalanan perjuangan bangsa yang perlu terus diwariskan kepada generasi penerus.
Galodo Ubah Rencana, Panitia Bergerak Cepat Demi Keselamatan Peserta
Di balik kemeriahan pembukaan LLA TJPHK V Regional Sumatera 2026, tersimpan kisah perjuangan dan kerja keras panitia dalam menghadapi perubahan situasi di lapangan.
Berdasarkan keterangan panitia pelaksana Sandy Waldi, S.Sos., M.Si, kegiatan ini semula dijadwalkan berlangsung pada 25–28 September 2026 dengan pusat kegiatan di Kabupaten Solok, termasuk kawasan Taman Hutan Kota Terpadu Sukarami.
Namun, bencana alam berupa galodo yang melanda kawasan Taman Hutan Kota Wisata Sukarami menyebabkan rencana awal tersebut harus dievaluasi. Kondisi lokasi dan pertimbangan keselamatan peserta menjadi perhatian utama penyelenggara.
Menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dispora bersama unsur terkait melakukan penyesuaian lokasi, rute, dan jadwal kegiatan.
Keputusan kemudian diambil untuk mengalihkan jalur lintas alam ke sejumlah wilayah di Kota Padang, yakni Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Lubuk Kilangan, Pauh, dan Kuranji. Jadwal pelaksanaan pun diubah menjadi 9–12 Oktober 2026.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan kepemudaan berskala regional tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik dan teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap kondisi alam serta komitmen untuk mengutamakan keselamatan.
Perubahan rencana tidak menyurutkan semangat panitia maupun peserta. Sebaliknya, tantangan tersebut menjadi bagian dari nilai perjuangan yang hendak ditanamkan melalui kegiatan ini: tetap teguh menghadapi rintangan, mengambil keputusan secara bijaksana, dan terus bergerak demi mencapai tujuan.
Sebelum pembukaan resmi pada malam hari, rangkaian LLA TJPHK V Regional Sumatera 2026 diawali dengan seminar sejarah pada Jumat sore, 9 Oktober 2026.
Seminar tersebut menghadirkan narasumber Dr. Harry Efendi Iskandar, S.S., M.A., yang membahas nilai-nilai kepahlawanan dan sejarah Batalyon Harimau Kuranji.
Kegiatan edukatif ini menjadi bagian penting dari konsep penyelenggaraan lomba. Para peserta tidak hanya ditantang untuk menaklukkan medan lintas alam, tetapi juga diajak memahami makna perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa.
Melalui pengenalan sejarah tersebut, generasi muda diharapkan tidak sekadar mengenal nama Harimau Kuranji, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dari semangat keberanian, pengorbanan, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Nilai-nilai itu dinilai tetap relevan di tengah tantangan zaman, ketika generasi muda membutuhkan karakter yang kuat, kemampuan bekerja sama, serta kesadaran untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Dengan menggabungkan kegiatan olahraga petualangan dan pendidikan sejarah, LLA TJPHK V berupaya menghadirkan model pembinaan pemuda yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter.
324 Peserta dari 81 Tim, Tantangan Ketangguhan Pemuda Sumatera
Antusiasme terhadap LLA TJPHK V Regional Sumatera 2026 terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Panitia mencatat sebanyak 324 peserta yang tergabung dalam 81 tim turut ambil bagian dalam ajang ini. Para peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga komunitas pecinta alam.
Jumlah tersebut memperlihatkan besarnya minat generasi muda terhadap kegiatan yang menggabungkan tantangan fisik, petualangan, pendidikan sejarah, dan pembentukan karakter.
Sepanjang rute yang telah ditetapkan, peserta akan menghadapi berbagai tantangan alam yang membutuhkan daya tahan tubuh, kedisiplinan, kemampuan membaca situasi, serta kerja sama tim.
Dalam perlombaan lintas alam, kekuatan individu saja tidak cukup. Setiap anggota tim dituntut untuk saling mendukung, menjaga kekompakan, memperhatikan keselamatan rekan, dan mengambil keputusan secara tepat ketika menghadapi kesulitan.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat perjuangan yang menjadi ruh LLA TJPHK V. Para peserta diharapkan mampu membuktikan bahwa kemenangan tidak semata-mata ditentukan oleh kecepatan mencapai garis akhir, tetapi juga oleh sportivitas, kepedulian, dan kemampuan menghadapi tantangan bersama.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia menyiapkan personel dan tenaga pendukung dari berbagai bidang.
Berdasarkan data yang disampaikan panitia, unsur pendukung kegiatan terdiri atas:
34 orang panitia pelaksana yang bertanggung jawab terhadap koordinasi dan teknis penyelenggaraan.
10 personel keamanan dari Polsek Bungus Teluk Kabung, Lubuk Kilangan, dan Kuranji.
10 petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan lingkungan sepanjang jalur kegiatan.
12 tenaga medis dari PMI Sumbar guna membantu penanganan kebutuhan kesehatan dan kondisi darurat peserta.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan terkoordinasi.
Keberadaan tenaga medis menjadi perhatian khusus mengingat lintas alam merupakan kegiatan yang menguras energi dan memiliki risiko fisik. Sementara itu, dukungan petugas kebersihan diharapkan dapat menjaga kawasan yang dilalui tetap bersih serta mendorong peserta untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran mengenai pentingnya tanggung jawab bersama. Penyelenggaraan acara berskala regional membutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat.
Terselenggaranya LLA TJPHK V Regional Sumatera 2026 turut mendapat dukungan pendanaan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, S.IP., sebagaimana disampaikan dalam keterangan penyelenggara.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kegiatan kepemudaan yang memadukan olahraga, pendidikan sejarah, pembinaan mental, dan penguatan rasa kebangsaan.
Dalam konteks pembangunan daerah, kegiatan seperti ini memiliki arti penting karena generasi muda membutuhkan ruang untuk mengembangkan potensi, mengasah keterampilan, memperluas pergaulan positif, serta membangun kepemimpinan.
LLA TJPHK juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lingkungan alam Sumatera Barat sekaligus belajar mengenai tanggung jawab menjaga warisan sejarah dan budaya.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan, termasuk Pemerintah Kabupaten Solok, Pemerintah Kota Padang, jajaran kecamatan dan kelurahan, Perkumpulan KPA Bias, dewan juri, unsur keamanan, tenaga medis, serta masyarakat yang ikut membantu kelancaran penyelenggaraan.
Sinergi lintas sektor tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan lokasi dan jadwal kegiatan setelah terjadinya bencana alam di kawasan Sukarami.
Hadiah Rp106 Juta, Prestasi dan Sportivitas Jadi Prioritas
Untuk memberikan penghargaan kepada para peserta, panitia menyiapkan total hadiah senilai Rp106 juta.
Hadiah tersebut menjadi salah satu daya tarik kompetisi sekaligus bentuk apresiasi terhadap kerja keras, ketahanan fisik, kekompakan, kreativitas, dan sportivitas peserta.
Dalam kategori utama, hadiah yang disiapkan meliputi:
Juara I: Rp10.000.000.
Juara II: Rp7.500.000.
Juara III: Rp6.000.000.
Selain kategori utama, panitia juga menyediakan kategori konten digital bagi enam peserta kreatif yang mendokumentasikan perjalanan dan pengalaman selama mengikuti kegiatan. Masing-masing penerima kategori ini memperoleh hadiah sebesar Rp1.000.000.
Kategori konten digital memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kegiatan, potensi alam, dan nilai-nilai sejarah kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui dokumentasi yang positif, pengalaman peserta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mengikuti kegiatan kepemudaan yang sehat, produktif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Meski hadiah menjadi bentuk penghargaan atas prestasi, esensi utama perlombaan tetap terletak pada proses pembelajaran, semangat pantang menyerah, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Penutupan Dijadwalkan di Pauh IX Kuranji
Setelah melalui rangkaian pembukaan dan pelaksanaan lintas alam, kegiatan LLA TJPHK V Regional Sumatera 2026 dijadwalkan berakhir pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Penutupan direncanakan berlangsung di Kantor FKAN Pauh IX Kuranji, sementara Senin, 12 Oktober 2026, difokuskan untuk proses kepulangan peserta dan penyelesaian administrasi.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat berjalan lancar dengan tetap mengutamakan keselamatan, ketertiban, dan tanggung jawab seluruh pihak.
Keberhasilan LLA TJPHK V nantinya tidak hanya diukur dari jumlah peserta, kemeriahan acara, atau besarnya hadiah yang diperebutkan. Lebih jauh, keberhasilan juga ditentukan oleh seberapa besar nilai-nilai perjuangan, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan yang tertanam dalam diri para peserta.
LLA TJPHK V Regional Sumatera 2026 menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu. Nilai-nilai keberanian, pengorbanan, disiplin, persatuan, dan cinta Tanah Air harus terus diwariskan melalui pendidikan dan kegiatan nyata.
Di tengah tantangan alam, perubahan rencana, dan beragam dinamika penyelenggaraan, kegiatan ini memperlihatkan pentingnya ketangguhan serta kemampuan beradaptasi.
Bagi para peserta, setiap langkah di jalur lintas alam merupakan kesempatan untuk menguji kemampuan diri, memperkuat solidaritas, dan belajar menghargai perjuangan orang lain.
Bagi pemerintah dan pemangku kepentingan, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendekatan yang edukatif, kreatif, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Semangat Batalyon Harimau Kuranji diharapkan terus hidup sebagai inspirasi bagi generasi penerus, bukan hanya melalui pengenangan sejarah, melainkan juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
LLA TJPHK V Regional Sumatera 2026 bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis, tetapi tentang siapa yang mampu menjaga semangat perjuangan, menjunjung sportivitas, mengutamakan keselamatan, dan membawa pulang pelajaran berharga bagi masa depan bangsa.
( red )
